Lamut Seni Berkisah Ala “Urang” Banjar

Foto: Gusti Nafsiah Sang Pelamut (foto:Istimewa)

 

A Be HITS.com–Lamut adalah sebuah tradisi berkisah yang berisi cerita tentang pesan dan nilai-nilai keagamaan, sosial dan budaya Banjar. Seni ini merupakan cerita bertutur, seperti wayang atau cianjuran. Bedanya, wayang atau cianjuran dimainkan dengan seperangkat gamelan dan kecapi, pada kesenian ini cuba dibawakan dengan terbang, alat tabuh untuk seni hadrah.

Mereka yang baru melihat mengira kesenian ini mendapat pengaruh dari Timur Tengah. Pada masa Kerajaan Banjar dipimpin Sultan Suriansyah, lamut hidup bersama seni tutur Banjar yang lain, seperti Dundam, Madihin, Bakesah, dan Bapantun.

Pertunjukan seni ini biasanya akan dilakukan pada malam hari mulai pukul 22.00 sampai pukul 04.00 atau menjelang subuh tiba. Pembawa cerita diberi julukan Palamutan. Pada acara, Palamutan dengan membawa terbang besar yang diletakkan di pangkuannya duduk bersandar di tawing halat (dinding tengah), dikelilingi oleh pendengarnya yang terdiri dari tua-muda, laki-perempuan. Khusus untuk perempuan disediakan tempat di sebelah dinding tengah tadi.

Seni lamut bisa dikatakan bernasib malang karena kini di ambang punah. Satu per satu pelamutan meninggal dunia, sementara proses pewarisan dan regenerasi kesenian itu mandek. Seni berkisah itu juga semakin ditinggalkan karena generasi muda tak lagi tertarik memainkannya. Kini, tak ada organisasi atau lembaga yang peduli kepada lamut, apalagi membina munculnya pelamutan baru.

Jenis-jenis Lamut